Bismillah,
Jujur aja kalo dikatain aku ini makhluk malam yg sering jarang di rumah, walau pulang kerja malam, aku selalu memperlambat laju motorku di jalanan ketika malam tiba. Malam hari, kita selalu bertemu beberapa misteri dalam hidup, tangis, tawa,termenung,panik semua nampak keasliannya.
Se nyaman-nyamannya orang kaya, jika dia tak bisa menikmati kehidupan maka akan nampak malam harinya. Sekuat-kuat ksatria, jika malam datang bersama maut, nampaklah keasliannya. Jikalau si fakir pada siang harinya mencari makan dengan susah payah, mengharapkan belas kasihan orang. Tetesan keringatnya membasahi jalanan yg tangannya menggenggam kaleng dengan agak sedikit gemeteran menahan lapar. Setelah mendapatkan rezeki walau cukup, akhirnya ia dapat makan dan minum dengan anugerah Allah.
Tetapi apakah Anda tahu yg terjadi di malam hari? dia lapar, haus, kedinginan, tak bisa tidur, apakah kamu sekalian sempat mengetahuinya? mohon beribu maaf jika aku berkesan menggurui Anda sekalian. Karena ini harus aku sampaikan, jika tidak, bagaimana jika Anda mengalami apa yg dialami oleh mereka?
Aku sedikit mengutip kisah dari Imam Ja'far Ash Shadiq As cucu baginda Nabi SAAW nan suci. Satu malam setelah beliau melakukan shalat Tahajjud, sang Imam kerap selalu memasak dan membuat roti. Setelah roti itu matang dan siap dihidangkan, Imam langsung menaruh ke dalam satu jenis baskom.
Kemudian Imam menyangga baskom itu ke atas kepalanya, dan segeralah Imam berkeliling kampung sambil tak melepas pandangannya kiri dan kanan. Salah satu sahabat di masjid sempat mengamati Imam. Dia bertanya dalam hati "kepada siapakah Imam menjual roti2 itu di malam hari? " dan ini berlangsung berulang-ulang di tiap harinya.
Dan akhirnya si sahabat itu menunggu Imam menjajakan roti itu di depan masjid. Tak salah lagi, Imam akhirnya keluar menyungun roti itu kembali di malam hari. "Assalamu alaikum ya Ahlulbait Rasul, hendak kemanakah Anda menjual roti itu? "sang Imam kemudian berkata: "Kalau Anda ingin mengetahui saya berdagang di mana, silahkan Anda ikut saya",jawab Imam mengumbar senyum pada sahabat.
Tanpa berat hati, sahabat mengikuti sang Imam, ternyata memang sepi kondisi malam itu. Sahabat masih bertanya-tanya hendak dijual kemana roti itu? dan akhirnya Imam berhenti di depan seorang fakir yg memakai baju compang-camping sedang memegangi perutnya sambil tertidur di salah satu pelataran pasar.
Imam langsung membangunkannya dengan lembut, Imam kemudian memberinya roti itu untuk dimakan. Dan kejadian itu pun berulang-ulang dilakukan oleh Imam as walau di lain tempat. Sahabat baru mengerti apa yg dilakukan oleh Imam as. " Tahukah Anda, sebenarnya sadaqah yg mulia itu dilakukan di malam hari, tahukah Anda ada fakir miskin kelaparan dan kehausan dimalam hari? sementara itu di malam hari banyak orang tertidur lelap dengan selimut kulitnya, di malam hari juga para malaikat senantiasa menunggu doa kita juga".
Nah, cuplikan kisah inilah semoga memperpeka jiwa sosial kita untuk lebih menyantuni si miskin. Bayangkan saja, seorang pemimpin di malam hari rela memanggul roti untuk si dluafa'? bagaimana dengan pemimpin kita? bagaimankah dengan kita? Mohon maaf jika tulisan ini berkesan menggurui, semoga Anda yg membaca tergugah hatinya. Keluyuran malam boleh aja, asalkan mengandung makna yg tersirat di dalam kehidupan Anda sendiri. Semoga Allah senantiasa memberi rezki yg cukup untuk kita walau dalam kondisi negara saat ini agak kacau, Amiin!!